Kemarin malem, Bapak ngajak aku ke mall. buat nyupirin beliau. setengah malas sih, tapi gak papa, biar Bapak senang. berangkat deh kita.
Singkat cerita, di mobil emang kita enggak ngomong banyak. lebih banyak beliau yang memberikan pesan-pesan untukku yang lagi sibuk-sibuknya kuliah. Sebagai anak aku cuma bisa ngangguk-ngangguk.
Selang berapa lama, Bapak nanya, "Hari ini tanggal berapa sih?"
dan aku jawab seingatku, "tanggal 28 yah. kenapa emang?"
beliau pun dengan nada bertanya menatapku dari samping, "memang kamu lupa hari ini hari apa?"
Deg, seketika jantungku mau copot rasanya. bagaimana bisa aku lupa bahwa hari ini, 28 Juni, adalah hari jadi kedua puluh bapak dan ibu. 20 tahun yang lalu bapak dan ibu menikah. sumpah aku benar-benar lupa. padahal kemarin pas libur. gak ngerti lagi deh.
Aku cuma bisa diam dan terus nyetir. Nggak tahu harus bilang apa ke bapak malam itu.
Pikiranku berkecamuk kala itu. Ada ribuan kata yang seharusnya bisa aku utarakan kepada bapak, tapi entah kenapa lidahku terasa kelu. mati rasa. tenggorokanku tercekat. bingung bukan main. Ada jutaan harapan yang harusnya bisa aku ucapkan kepada beliau dan istri beliau di rumah. tetapi memang dari dulu aku tidak pernah bisa mengutarakan harapan dan doa kepada orang yang aku tuju. hanya bisa lewat shalatku.
Bagi setiap orang, harapan adalah apa-apa yang menjadi mimpi. Orang berharap bukan karena ia belum memiliki atau mendapatkannya, orang berharap lebih karena ia tidak yakin pada harapannya itu. Ketika seseorang yakin bahwa ia akan mendapatkan sesuatu di kemudian hari, ia tidak akan berharap. ia akan menunggu sampai keinginannya tercapai.
Maka ketika aku ragu apakah suatu mimpi akan tercapai, aku baru bisa berharap. karena sudah kodratnya manusia tidak mengharapkan sesuatu yang telah pasti. manusia tidak mengharapkan kematian. dan seharusnya pun manusia tidak perlu berharap akan jodoh, karena jodoh adalah kepastian.
Lha kok jadi ngawur gini?
Aku tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, apa yang akan aku alami, dan apa saja yang akan aku hilangkan. Bukannya aku tidak peduli, tetapi memang seharusnya kita lebih fokus terhadap apa yang terjadi pada saat ini, bukan di masa depan. Maka dari itu aku berharap di ulang tahun pernikahan ibu dan bapak, semoga diberikan kesehatan dan kebahagian hingga tua kelak. semoga anak-anakmu bisa mencontoh kalian berdua.
Oh ya, dan ternyata Bapak ke mall cuma mau beli kue. awww so sweet :D